Aug 8, 2007

Jalur Normal Membuat SIM

Ketika membuat SIM (surat izin mengemudi), banyak yang sengaja memilih menggunakan jasa calo (yang biayanya lebih mahal) dengan alasan agar SIM lebih cepat jadi. Akan tetapi melewati jalur normal tidak selambat yang dikira banyak orang. Ini pengalaman saya membuat SIM di salah satu kantor polisi di wilayah jabodetabek dengan memakai jalur normal.

Pertama-tama, saya harus melakukan cek kesehatan yang berlokasi disalah satu bagian di kantor kepolisian tersebut. Tanpa saya harus diperiksa, saya langsung diminta membayar Rp 20 ribu, opps! Selanjutnya, dengan membawa kuitansi dari bagian kesehatan saya pergi ke loket pembelian formulir SIM di bank dan membeli asuransi pertanggungan kecelakaan selama 5 tahun. Tertulis jelas di kaca loket: SIM baru=Rp 75 ribu; SIM perpanjangan=Rp 60 ribu; demikian juga asuransi dipatok pada harga Rp 15 ribu. Sampai tahap ini saya sudah menghabiskan Rp 110 ribu.

Setelah formulir diisi dengan lengkap, saya serahkan semuanya dibagian pendaftaran untuk menunggu panggilan ujian teori. Untuk ujian ini diharuskan menggunakan pensil 2B. Karena tidak membawa pensil, saya membelinya dengan harga Rp 2 ribu (yang sebenarnya mungkin hanya Rp 500,-). Di ruangan ujian teori, tidak ada yang spesial pada lembar jawaban, pemeriksaannya pun bukan menggunakan komputer seperti UMPTN tapi dengan cara manual. Apakah menjual pensil salah satu sampingan polisi?

Lulus dari ujian teori, saya pergi ke bagian ujian praktek dan membayar Rp 5 ribu untuk biaya sewa motor. Yang diujikan dalam ujian praktek adalah kemampuan melewati rintangan tanpa membuatnya terjatuh dan tanpa menurunkan kaki dari motor. Kelihatan mudah dilalui sampai seorang petugas memberikan contoh. Ketika dicoba ternyata tidak mudah, demikian juga beberapa orang peserta lain sesudah saya. Intinya kami gagal dan sesuai peraturan peserta harus kembali ujian praktek 1 minggu ke depan dan tanpa dipungut biaya tambahan. Agaknya saya harus kompromi dengan kesibukan saya minggu-minggu depan, lalu saya tanyakan apakah ada cara lain? Tanpa berbicara banyak, petugas di bagian ujian praktek menunjukkan kertas bertuliskan “100”. Saya berusaha menawar akan tetapi tidak ada tawar menawar. Jadi total uang yang saya keluarkan sudah mencapai Rp 217 ribu. Dari bagian ujian praktek, saya serahkan lagi formulir ke bagian pendaftaran untuk menunggu pengambilan foto SIM, sidik jari dan tanda tangan. Tidak lama, saya sudah dipanggil dan menerima SIM beberapa menit kemudian. Waktu yang saya habiskan sejak menginjak kantor kepolisian hingga menerima SIM kurang lebih 2,5 jam. Tidak terlalu lama saya kira.

Bandingkan dengan jalur via calo (petugas resmi maupun jasa pengurusan SIM kolektif), tarif untuk membuat SIM bisa mencapai Rp 310 ribu. Kenapa banyak yang memilih menggunakan jasa calo? Selama ini pengurusan SIM dikesankan sulit, berbelit-belit dan makan waktu yang lama. Sebagian alasan ini ada benarnya juga, contohnya tadi kegagalan saya pada ujian praktek. Rintangan yang harus saya lalui kelihatan sudah diatur sehingga tingkat kesulitannya cukup tinggi. Lalu kenapa petugas yang memberi contoh bisa melaluinya? Tentu saja kan mereka setiap hari berada di kantor itu dan memungkinkan mereka berlatih setiap hari. Seandainya saya punya peluang berlatih yang sama, maka uang Rp 100 ribu tadi tidak perlu saya berikan sebagai syarat kelulusan.

Kalo bisa jalur normal, kenapa harus lewat calo? Bagaimana dengan Anda?

5 comments:

yudo said...

Bay,
gue ngebayangin elu naek motor bebek dengan badan lo yang tinggi itu...he.h.e.h.e:D. Btw apa iya masa gak ada yang lolos bay?..

pelantjong maja said...

pada dasarnya ujian praktek itu ada beberapa hal yang diujikan (+/- 10 items). nah, kenyataannya cuma 1 item doang yang diujikan. seharusnya ada skor lulus minimal misalnya 70% lulus; seperti waktu ujian tulis dari 20 pertanyaan, nilai maksimal salah 8 soal. sayangnya dari 1 items ini, kelihatannya yang paling sulit..

=gOn= said...

Sharing:

http://hannyks.multiply.com/journal/item/50/SOAL_Ujian_Teori_SIM._Seberapa_sulit

Mengerjakan soal-soal ujian teori SIM sungguh gampang-gampang susah. Memang, kelihatannya soalnya mudah dan kita yakin njawab seluruhnya benar. Tapi hati-hati, beberapa pertanyaan ada jebakannya loh.

Pengalaman saya ikut ujian teori SIM di SATPAS Daan Mogot Jakarta memberikan hasil gagal di ujian manual pertama (Cuma bener 15, sementara syarat minimal adalah benar 18 ke atas dari 30 soal). Lalu ikut ujian kedua, kali ini via computer, hasilnya lebih akurat, karena kelulusan langsung diketahui saat itu juga, begitu selesai jawab semua soal.

Tips dari saya: sebaiknya Anda ngotot utk ujian di ruang computer, karena berdasarkan pengalaman, selalu saja diarahkan oleh petugas utk ke ujian manual, yang kelulusannya bisa dimainin sama oknum di sana……

Artikel ini khusus buat Anda yang mengurus SIM sendiri ya, tanpa calo, yang harus melalui prosedur alur pembuatan SIM.

Nah, prosedur bikin SIM sesuai brosur yg saya dapat di SATPAS Daan Mogot Jakarta adl sbb:





Contoh soal ujian teori SIM sbb:

1. Sebagai pengemudi yang baik anda harus mampu :

a. Mengendarai mobil dengan hati-hati

b. Mengendarai mobil dengan ketrampilan dan kecepatan yang tinggi

c. Dapat mengendalikan diri,tidak cepat naik darah /emosi ,sabardan telti dalam segala situasi serta memiliki ketrampilan mengemudi yang memadai


2. Sebagai pemilik SIM –A,anda dapat mengemudikan :

a. Mobil penumpang dan kendaraan roda dua

b. Mobil beban dan mobil Bis yang beratnya 3500 Kg

c. Mobil beban dan mobil Bis dengan jumlah beratnya yang diperbolehkan kurang dari 3500 Kg serta mobil penumpang

3. Pada umumnya apabila tidak ditentukan lain, kecepatan maksimum yang berlaku di dalam daerah perumahan/kota adalah :

a. 40 km/jam

b. 60 km/jam

c. 50 km/jam

4. Pernyataan di bawah ini mana yang paling benar disesuaikan dengan Undang-Undang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan No. 14 th.1992 :

a. Bagi pengemudi dan penumpang yang duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih wajib memakai sabuk pengaman

b. hanya bagi pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih wajib memakai sabuk keselamatan.

c. Semua penumpang termasuk pengemudi kendaraan bermotor beroda empat wajib memakai sabauk pengaman

5. Ukuran maksimum tinggi dan lebar kendaraan ditentukan oleh Peraturan Pemerintah tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan yaitu :

a. Tinggi maksimum tidak melebihi 4200 milimeter dan tidak melebihi 1,7 kali lebar kendaraannya sedangkan lebar maksimum tidak melebihi 2500 milimeter.


b. Tinggi maksimum tidak melebihi 3500 milimeter dan tidak melebihi 1,7 kali lebar kendaraannya sedangkan lebar maksimum tidak elebihi 2500 milimeter.

c. Tinggi maksimum tidak melebihi 4200 milimeter tanpa kecuali sedangkan lebar maksimum tidak melebihi 2500 milimeter.

Ada juga contoh soal ujian teori SIM berupa rambu-rambu dan gambar sbb:

Anonymous said...

Masa iya sih motor baru Shogun RR bisa dihematkan 47,5% hanya dengan oxyhydrogen?
Produk kami telah dimuat di tabloid otomotif dan majalah motor, berikut beritanya, tks.
Rekan, dengan semakin lama mendalami pembuatan hidrogen boster untuk irit bbm (bahan bakar minyak), efisien (penghemat energi), alat ini berupa Hidrogen HHO fuel saver hydrogen energy generator cell kit accelerator sistem plate buatan Indonesia bisa digunakan di mesin bensin & diesel.

Info Produk hydrogen booster/ boster hidrogen/ hho generator aDHydro di majalah MOTOR Hydrogen Booster terbukti meningkatkan performa mesin, dengan cara menambah pasokan zat hydrogen ke dalam ruang bakar. Maka salah satu diantaranya yang diklaim berhasil adalah produk lansiran ADHYDRO ini. Ini adalah produk kedua yang telah mengalami penyempurnaan dan mengusung kelebihan non boiling point, dan mampu menghasilkan lebih banyak hidrogen buat mesin.Alat ini hanya menggunakan media air murni (air "AQUA"), yang dimasukkan ke dalam tabung yang tersedia. Lalu air tersebut akan mengalami pengaliran aliran listrik pada elemen yang tersedia di dalamnya, yang otomatis akan menghasilkan gas hidrogen. Pemasangannya pun cukup mudah, karena seudah berbentuk paket. Hanya tinggal sambungkan ke intake manifold.Oh ya, selain keuntungan peningkatan performa yang signifikan, ternyata pemakaian hidrogen booster ADHYDRO ini, diklaim mampu mengefisienkan pemakaian bahan bakar yang berimbas pada lungsuran gas buang yang lebih bersahabat. Bahkan asap knalpot pun tercium seperti uap rebusan air. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan kontak penjualnya!
http://pengiritbbm.blogspot.com/2008/12/adhydro-static-mobil-di-majalah-motor.html
http://pengiritbbm.blogspot.com/2008/12/adhydro-hho-variable-motor-di-tabloid.html
www.pengiritbbm.blogspot.com

kampanye damai pemilu indonesia 2009 said...

numpang cari backlink ya bang :)