Jul 16, 2007

Mimpi Sepak Bola Indonesia

Saya tidak suka bola, dan tulisan ini saya buat dengan perspektif tersebut. Ada yang membuat saya bangga sekaligus heran ketika menyaksikan gempita kemenangan tim nasional atas FC Bahrain disambut dengan decak kagum, kemudian seketika timbul kegeraman-yang untuk beberapa kalangan seakan berlebihan- ketika tim nasional dikalahkan oleh FC Arab Saudi.

Saya merasa bangga karena kemenangan yang diraih adalah buah dari suatu kerja keras. Sudah lama kita menunggu dan bermimpi akan memiliki satu tim sepakbola yang diandalkan dan dibanggakan. Kemenangan dengan FC Bahrain menunjukkan hal ini. Belum pernah rasanya gelombang dukungan mengalir untuk kesebelasan nasional sebelumnya, bahkan SBY pun bersedia duduk di podium yang sama untuk menonton laga kedua.

Sayang, laga kedua timnas kalah dari FC Arab Saudi. Kegeraman beberapa pihak atas kinerja wasit saya pikir berlebihan. Seandainya timnas tetap menang dengan wasit yang 'dianggap' berat sebelah, akankah kita protes? Mudah-mudahan menyalahkan wasit bukan upaya untuk mencari kambing hitam kekalahan timnas.

Sudahlah! apa yang sudah dicapai menurut saya sudah cukup baik dengan mempertimbangkan track record timnas sebelumnya. Ini adalah suatu prestasi dan kenapa tidak menggunakan momen piala asia ini untuk mulai membenahi persepakbolaan kita? Setidaknya sudah terbukti bahwa generasi timnas saat ini mampu mencetak prestasi. Daripada mengeluh soal perwasitan yang sudah pasti bukan menjadi 'lahan permainan' kita.

Efek positifnya adalah piala asia telah menjadi satu gelombang pemersatu bangsa, belum pernah begitu banyak orang mengelu-elukan timnas sepakbola kita. Disadari atau tidak, nasionalisme kita tiba-tiba terpacu begitu kencang.