Nov 8, 2006

Saatnya individualisasi aset...

Minggu-minggu ini berita kedatangan De Soto ke Indonesia (red. Jakarta) telah menimbulkan kehebohan tersendiri. Bukan hanya isu seputar pengangkatan dirinya sebagai konsultan ekonomi SBY (tentu saja harganya selangit) tetapi juga aliran pemikiran yang ditawarkan menjadi perdebatan.

Lalu kemudian kita bertanya, apakah sudah saatnya aset-aset orang miskin di privatisasi seperti disarankan oleh De Soto dalam beberapa publikasinya?

Kita tahu bahwa aset bagi kaum miskin adalah sebuah berkah. Dalam konteks ini aset yang akan dibicarakan adalah tanah. Asumsinya tanah dalam status yang tidak jelas mengharuskan intervensi (salah satunya dengan sertifikat) agar aset tersebut bernilai di pasar.

Masalah lain, akses terhadap tanah dipengaruhi oleh banyak faktor terutama faktor sosial budaya yang mengatur bagaimana suatu masyarakat memperoleh akses terhadap tanah. Di wilayah ini yang lebih dominan adalah hak milik bersama (communal property) dibandingkan kepemilikan individu.

Ternyata kepemilikan bersama tidak menyelesaikan masalah. Penguasaannya justru didominasi oleh para elite yang mengatur akses warga komunitas. Warga komunitas yang marginal otomatis akan semakin terpinggir.

Mentransformasi kepemilikan bersama menjadi kepemilikan pribadi, tidak mudah. Bentuk penguasaan pribadi yang terbentuk sesudahnya sangat berkaitan bagaimana akses terhadap tanah didefinisikan pada masa kepemilikan bersama. Lagi-lagi hanya warga-warga tertentu yang saja yang menangguk keuntungan dari transformasi ini. Warga yang tidak sempat berpartisipasi dalam akses tanah di masa sebelumnya, sesudah transformasi tidak mengalami perubahan. Bahkan situasinya justru semakin memburuk.

Terkait dengan kepemilikan pribadi, banyak yang menyayangkan tanah-tanah itu nantinya dijual. Benar, alasannya akses terhadap sumber mata pencaharian, dalam banyak kasus, relatif terbatas sehingga penjualan tanah bisa dilihat sebagai 'langkah terakhir' penyelamatan. Artinya seandainya pemegang kepemilikan individu dapat memperoleh mencukupi kebutuhannya secara optimal, penjualan tanah setidaknya berkurang.

Kedua, akses kepemilikan pribadi belum tentu mendapatkan akses kredit yang luas. Alasannya informasi berkaitan dengan ketersediaan kredit dan kebutuhan akan kredit tidak tersebar sempurna diantara lembaga keuangan kredit dan pemilik aset.

Terakhir, menjawab privatisasi 'a la' De Soto layak dipertimbangkan jika perangkat institusi pasar sudah berjalan secara sempurna. Tampaknya kesempurnaan ini sulit dicapai sehingga ide De Soto didengarkan saja, tidak usah dilaksanakan.

Nov 2, 2006

Land certificate or Land insecurity?

It is a common view among rank and file that there is a sense of insecurity dealing with an individual land transaction. This is because the transaction is just equipped with the land release letter and in some cases the letter isn’t secure enough to defend from other claims for instance another buyer who had the same letter for the same plot of land. The notion of double sales is also important to reveal since it operates through two ways. First, the land sellers didn’t consult their decision to sell the land with the other families and second, due to poor records, the village head re-issued the letter for the same plot. In addition to that another dimension of insecurity was not only because of double sales, but also amid the process of issuing land certificate by BPN.


As experienced by some buyers who applied for land certificate, they were ended by waiting their application for more that a year. There is a feeling of insecurity when the original released letter was submitted to the BPN, should there are any calamities so the letter is lost, the applicant would be more insecure. Therefore some buyers prefer keeping the original letter with him than applying for the certificate (yyy, interview).

It doesn’t mean that the land certificate is not important; in fact it provides a means to defend from other claims. But the weaknesses are not the certificate itself but more on the lack of law enforcement. This is not exceptional case for this island but it happens all over the country.