Dec 11, 2013

6 Jam ber-seli ria di Roma




Roma di Italia dikenal sebagai tempat wisata yang memiliki nilai historis dimana jauh sebelum millennium ada sebuah peradaban besar yang tumbuh. Daya tarik inilah yang mendorong banyak wisatawan mengunjungi Roma yang salah satunya untuk memahami sejarah masa lalu. Daya tarik lainnya yaitu terdapat negara terkecil didunia yaitu Vatican. Mengunjungi Roma saja rasanya tidak cukup tanpa mengunjungi Vatican.
Terdapat beragam tempat menarik yang bisa dikunjungi di Roma, mulai monument masa Romawi sampai gereja dan kuil bagi wisatawan yang tertarik melakukan napak tilas religi. Sebagai pusat agama Kristen katolik, gereja tersebar hampir diseluruh Roma. Antara satu tempat dengan lainnya berdekatan dan karena itu mengeksplorasi keindahan Roma bisa dilakukan dengan berbagai moda transportasi seperti kendaraan umum (bis, metro, trem) maupun kendaraan pribadi (scooter, mobil, sepeda). Sebagaimana kota Eropa lainnya, Roma cukup bersahabat dengan pengguna sepeda dan tulisan ini menceritakan pengalaman saya berkeliling Roma menggunakan sepeda lipat (seli) selama 6 jam.
Bersamaan dengan kegiatan kantor, saya hanya mempunyai sedikit waktu untuk berpetualang di Roma. Saya hanya punya waktu selama 6 jam (Jam 9 – 15.00) sebelum bersiap untuk penerbangan pulang pada malam harinya. Dengan keterbatasan itu, pilihan keliling Roma dengan sepeda sepertinya masuk akal.
Penyewaan sepeda
Selama di tanah air sebelum keberangkatan, saya sempatkan googling dengan kata kunci ‘bike rent Rome’ dan cukup banyak yang saya temukan. Saya hubungi mereka bahkan saya sudah memesan 1 sepeda dari penyewaan sepeda yang ada di Stasiun Termini dimana rencananya akan langsung di-gowes. Namun sayang, pesawat saya mengalami delay dan tiba di Roma sudah terlalu sore, sehingga saya putuskan membatalkan pesanan saya (tanpa biaya). Penyewaaan sepeda umumnya berdiri sendiri namun tidak sedikit yang bekerjasama dengan jaringan hotel/hostel. Seperti hostel tempat saya menginap, saya menyewa seli merk Dahon dengan biaya EUR 9 per 24 jam. Saya tidak perlu pergi kemana-mana, pengambilan dan pengembalian sepeda cukup di hostel tersebut. Helm sepeda dan kunci menjadi kelengkapan wajib yang disediakan oleh perusahaan penyewaan sepeda. Semua siap.. saatnya.. action!
Rencanakan tujuan
Punya peta wisata Roma itu wajib dan bisa didapat di toko-toko sekitar Airport, stasiun metro atau stasiun kereta api. Di hotel maupun penginapan biasannya peta wisata tersedia secara cuma-cuma. Tujuan wisata utama bisa dipelajari dari peta maupun membaca laporan perjalanan orang lain di internet. Perlu riset kecil untuk tahu mana yang ‘harus dikunjungi’ dan mana yang ‘bisa diabaikan’. Dua pilihan saya jatuh ke Colosseum dan Vatican karena keduanya punya nilai sejarah, seni dan peradaban.
Siapkan peralatan dan bekal: stamina tetap utama
Menikmati kegiatan bersepeda dibulan November butuh usaha eksta. Musim gugur membawa angina dingin sehingga suhu rata-rata antara 4 o-7oC. Disiang hari ketika cuaca cerah maka suhu tidak sedingin biasanya. Bermodal jaket tebal, syal dan sarung tangan saya bertarung melawan udara dingin dan angin. Tutup kepala, kupluk atau topi sangat membantu melawan dingin dibagian kepala. Diatas semua itu, stamina yang utama sehingga usahakan tidur cukup dimalam sebelumnya.
Mulai dari mana?
Hostel tempat saya tinggal letaknya ditengah kota (Via della Fonte di Fauno), tidak jauh dari Circo Massimo (500m) dan Colloseum (1km) dan sekitar 3km jaraknya dengan Vatican city. Lebih baik memulai dari yang terjauh yaitu Vatican, dilanjutkan menuju landmark utama yang letaknya berdekatan seperti Piazza Navona, Column of Marcus Aerilius, Pantheon, Trevi Fountain, Spanish steps dan berakhir di lokasi yang terdekat dengan hostel yaitu Colosseum.
Jam 8.30 saya sudah bersiap dan mendorong si Dahon keluar hostel. Genjotan demi genjotan, awalnya pelan untuk membiasakan diri dan menyesuaikan temperatur tubuh dan suhu lingkungan sekitar. Ternyata kebiasaan menggunakan MTB 26” mempengaruhi pemakaian tenaga. Ini kali pertama saya pakai seli. Untuk jarak yang tidak terlalu jauh (3km), rasanya tenaga saya cukup terkuras.
Tidak ada pesepeda yang tidak pernah tersesat. Ketika menuju Vatican yang letaknya tidak jauh dari Sungai Tiber, seharusnya dengan mengikuti tepi sungai pasti akan sampai. Namun saya mengambil arah yang berlawanan walaupun mengikuti tepi sungai, saya tersesat sejauh 2 km.
Itinerary
1.       Vatican city (lama berkunjung: 2 jam)
Di Vatican ada dua obyek yang menarik perhatian saya yaitu St Peter Basilica sebagai puncak seni dan arsitektur abad pertengahan. Terdapat lapangan luas yaitu St Peter square yaitu dan Basilica yang mengikuti arsitektur Roman hall of justice yaitu bangunan berbentuk melingkar dengan baris kolom-kolom dan gang. Yang kedua yaitu Sistine Chapel dipergunakan ketika pemilihan Paus baru dan cara mengumumkan terpilihnya Paus baru cukup unik dengan memakai tanda asap dari cerobong asap kapel ini.  Yang menarik dari Sistine Chapel adalah lukisan fresco karya Michaelangelo berjudul Creation of Adam dilangit-langit kapel. Untuk memasuki kapel ini harus melalui Vatican Museum yang dikenakan tarif EUR 16 (tarif museum dan kapel), sehingga sayang jika hanya mengunjungi kapel ini tanpa mengeksplor koleksi-koleksi yang ada di museum ini.

2.       Castel Sant'Angelo (lama berkunjung: 15 menit)
Monumen yang bentuknya mirip benteng terletak menghadap Sungai Tiber tidak jauh dari Vatican (0.5 km) merupakan makam kaisar Hadrian yang dibangun pada tahun 135 M. Dalam masa selanjutnya kastil ini dijadikan banteng dan tempat perlindungan Paus ketika terjadi perang saudara.


3.       Piazza Navona (lama berkunjung: 1 jam termasuk makan siang)
Piazza atau plaza secara harfiahnya diartikan lapangan. Ada banyak sekali piazza yang bisa dikunjungi di Roma, salah satu yang terbaik adalah Piazza Navona yang mencirikan arsitektur barok dimana terdapat patung hasil karya Bernini. Saat ini, piazza menjadi area ruang public beraktivitas dan ajang ekspresi seni seperti grup penyanyi dan pantomime. Cara menikmati tempat-tempat seperti plaza adalah dengan duduk mengamati aktivitas masyarakat sekitar dan karya seni baik itu monument, air mancur maupun arsitektur bangunan disekelilingnya.


4.       Pantheon (lama berkunjung: 15 menit)
Pantheon merupakan kuil penyembahan untuk tujuh dewa Romawi terletak di pusat kota Roma. Terdiri dari struktur bangunan teras (portico) sebanyak 16 tiang dan bangunan bulat (rotunda) terbuat dari pualam, didalamnya terdapat kubah yang dilengkapi taman air.


5.       Column Marcus Aurelius (lama berkunjung: 5 menit)
Monument ini dibangun pada tahun 180-196 M untuk memperingati kemenangan kaisar Marcus Aurelius dalam beberapa peperangan. Dibuat dari pualam, monument ini menggambarkan ukiran melingkar yang indah.

6.       Trevi Fountain (lama berkunjung: 15 menit)
Air mancur yang disebut Trevi Fountain harus masuk daftar wajib dikunjungi. Sekilas tampak seperti air mancur biasa namun dibaliknya ada legenda yang menyebutkan jika melempar koin kedalam kolamnya, maka suatu saat Anda akan kembali ke Roma. Trevi Fountain ini merupakan salah satu objek menarik untuk diabadikan.


7.       Spanish Step (lama berkunjung: 20 menit)
Dikelilingi bangunan bersejarah abad 18, Spanish step menghubungkan Piazza di Spagna dibagian bawah dengan Gereja Trinita dei Monti dibagian atas. Spanish step menarik tidak hanya karena sejarahnya tetapi juga menarik secara visual sehingga khususnya dalam film “The Talented Mr Ripley”. Sepanjang hari kawasan ini ramai dengan pengunjung baik yang lewat maupun hanya duduk-duduk disekitar tangga.

8.       Colloseum (lama berkunjung: 1 jam)
Ini akhir perjalanan saya, Colosseum. Jaraknya sekitar 1,5 km dari Spanish step. Colosseum adalah bangunan berbentuk amphitheatre yang menunjukkan kemegahan arsitektur masa romawi. Dibangun sebagai tempat pertunjukan pertarungan gladiator maupun pertarungan gladiator melawan binatang. Pernah menonton film ‘Gladiator’? Saya berusaha melompat jauh kebelakang untuk merasakan seperti apa rasanya ketika pertarungan gladiator terjadi di Colosseum. Setinggi bangunan 4 lantai dengan pintu-pintu masuk yang ukurannya lebar dan tinggi menambah kesan betapa bangunan ini tampak megah. Para penonton diatur berdasarkan lantai dimana lantai pertama yang terdekat dengan arena diperuntukkan bagi kaisar, keluarga kerajaan dan bangsawan. Diikuti dilantai kedua diisi senator dan keluarga beserta tamu dan paling atas merupakan tempat bagi orang biasa. Untuk masuk Colosseum harus membeli tiket EUR 12.

Tips bersepeda di Roma

  •  Cuaca. Waktu yang tepat mengunjungi Roma adalah ketika musim semi/panas dan musim gugur. Roma bisa sangat panas ketika summer dan cukup berhujan ketika musim gugur. Gunakan pakaian sesuai cuaca dan buat diri sendiri nyaman. 

  • Pilih penyewaan sepeda yang menyediakan sepeda dengan kualitas baik. Cek juga kelengkapan keamanan sepeda seperti helm dan kunci mengingat lalu lintas di Roma terkenal tidak bersahabat. Kunci sepeda penting karena sepeda pun menjadi incaran tangan jahil.

  • Perbekalan dan air minum. Membawa air minum sendiri disarankan walaupun bisa membeli air sepanjang jalan. Bekal makanan bisa disiapkan sendiri maupun membeli disekitar tempat wisata.

  • Mematuhi peraturan setempat. Kebiasaan kita berlalu lintas perlu sedikit diubah jika mengunjungi negara lain. Menyeberang tidak pada tempatnya bisa membahayakan diri sendiri karena pengendara kendaraan (mobil, motor) jarang mengurangi kecepatan karena merasa gilirannya berjalan.

  • Kejahatan terjadi apabila ada kesempatan. Banyak copet dikerumunan misalnya didalam metro. Bahkan di stasiun metro ditulis peringatan mengenai copet ini (ga beda ya dengan di Jakarta J). Selalu waspada ditempat-tempat keramaian dan obyek wisata karena ada saja yang mendekati entah mengajak bicara maupun menawarkan sesuatu. Tolak secara halus dan segera tinggalkan orang-orang yang mencurigakan. Simpan barang berharga di safety box di hotel dan bawa uang secukupnya.

  • Menggunakan smartphone yang tertanam fitur GPS dan memanfaatkan aplikasi travel seperti tripadvisor, googlemaps dll akan sangat membantu terutama ketika kehilangan arah. MIntalah informasi dengan penduduk lokal jika perlu, malu bertanya sesat dijalan. Smart phone juga berguna untuk mencatat obyek wisata pilihan sekaligus berfungsi sebagai kamera.
 cek review saya diblog ini 

Oct 1, 2013

Apa yang terjadi dengan kebijakan mobil murah?


Inilah yang terjadi ketika kebijakan mobil murah diterapkan.
Ada dua hal yang akan terjadi, pertama penggunaan mobil tidak akan berkurang malah bertambah dan kedua, konsumsi bahan bakar akan meningkat dan terjadi dampak lingkungannya berupa polusi udara.

Sep 26, 2013

Postcrossing: hobi bertukar kartu pos

Akhir-akhir ini saya keranjingan kegiatan yang bisa dibilang hobby yaitu berkirim kartu pos. Kegiatan ini mengingatkan pengalaman semasa kecil yang tertarik dengan dunia surat menyurat. Ketika itu saya cukup sering berkirim surat bahkan titik balik antara saya dan wanita yang sekarang saya nikahi juga diawali oleh komunikasi surat. Mengoleksi perangko juga saya lakoni cukup lama hingga tamat SLTA dan masa kuliah memutuskan hubungan saya dengan kegiatan surat menyurat dan perangko.

Saya pernah menulis tentang perubahan jasa layanan kantor pos akibat majunya sektor telekomunikasi selular disini. Komunikasi tulis tangan seperti ucapan hari raya tergantikan oleh sms, whatsapp, BBM dan sejenisnya. Ini menandakan adanya kemajuan dalam bidang komunikasi dan era digital, menurut Thomas Friedman, membuat dunia menjadi datar dimana jarak bukan lagi masalah dan informasi berpindah demikian cepat.



Saya ceritakan sedikit tentang platform pertukaran kartu pos yang difasilitasi oleh postcrossing project. Aturannya sederhana, seseorang harus mendaftar dan login ke website postcrossing untuk mendapatkan alamat postcrosser (anggota postcrossing) secara acak. Setelah itu, kartu pos dikirimkan ke alamat penerima dengan mencantumkan kode unik yang nanti akan diinput didalam website untuk verifikasi kartu terkirim. Dengan demikian, pengirim dan penerima masing-masing mengetahui berapa kartu yang dikirim dan berapa yang diterima. Setelah kartu pos pertama diterima dan didaftarkan, maka akan ada seseorang (dibelahan dunia lainnya) yang akan mengirimkan kartu pos kepada kita. Berikut ini kartu pertama yang saya terima dari Florida Amerika Serikat.





Kenikmatan yang saya rasakan adalah ketika kartu pos yang kita kirim sampai dan di-register oleh si penerima, dan berharap cemas menunggu-nunggu kiriman kartu pos. Selain itu, saya membuat sendiri kartu pos yang saya kirimkan, sekaligus memanfaatkan kesenangan saya lainnya dibidang fotografi. Beberapa foto sudah saya jadikan obyek kartu pos seperti ini:

Mungkin ada yang tertarik memesan? :)